Tips Memakai Jilbab Agar Selalu Terlihat Rapi

Satu hal yang sering membuat perempuan menggerutu saat menggunakan jilbab adalah kerap harus merapikannya kembali. Memang, saat kita beraktivitas, tiap beberapa waktu, kita perlu mengecek apakah penampilan jilbab kita masih terlihat rapi. Nah, bagaimana cara untuk memudahkan agar jilbab yang kita pakai  selalu terlihat rapi? Berikut ini tips yang bisa Anda coba.

  1. Memilih bahan jilbab yang tepat

Pemilihan jenis jilbab sangat mempengaruhi kemudahan untuk merapikannya. Pilih jilbab berkain katun karena jilbab ini lebih mudah untuk dirapikan. Dengan kain yang tidak licin ini, jilbab ini lebih mudah untuk diatur dan tidak gampang bergeser saat dipakai.

Jilbab dari kain katun ini juga lebih mudah menyerap keringat. Sehingga tidak akan membuat Anda gerah saat menggunakannya.

Pilih juga bahan jilbab yang ringan bahannya agar saat dikenakan lebih nyaman. Jilbab yang terbuat dari kain yang ringan ini bisa membuat Anda betah seharian memakainya.

  1. Menggunakan bros dan jarum

Ini cara yang mungkin Anda juga sudah mengetahuinya. Memang dengan menggunakan jarum atau bros bisa membuat penampilan jilbab tampak lebih rapi.

  1. Memilih jilbab instan

Keunggulan dari hijab instan adalah cara pemakaiannya yang mudah dan cepat. Karena jilbab ini hanya perlu dimasukkan saja. Kita tidak perlu jarum maupun peniti pentul untuk merapikannya. Jilbab ini pun sudah siap pakai dan tinggal kita rapikan saja. Beberapa jenis jilbab instan juga bisa diatur dengan gaya yang beragam. Dengan begitu, Anda pun bisa selalu tampil bergaya.

Tidak aneh kalau di banyak toko jual jilbab online, jilbab jenis ini banyak yang mencari. Untuk tren tahun 2017, jilbab instan pun termasuk yang laris manis diborong pembeli. Pemakaiannya yang praktis menjadi keunggulan tersendiri. Sebab banyak wanita ogah untuk ribet saat berhijab. Jilbab jenis ini pun mampu memenuhi keinginan tersebut.

  1. Menggunakan inner

Memakai dalemam jilbab sangat penting jika Anda ingin tampil rapi. Dengan memakai inner, lebih mudah untuk mengatur jilbab dengan baik. Karena inner ini nantinya menjadi lapisan pertama dari penutup kepala Anda, sebaiknya pilihlah yang kainnya yang nyaman dan menyerap keringat.

  1. Sesuaikan dengan busana yang digunakan

Penampilan rapi itu tidak hanya tergantung dari hijabnya, tapi pakaian yang kita kenakan pun harus mendukung. Untuk itu, selalu pilih pakaian yang tepat. Jadi saat orang melihatnya terdapat keserasian mulai dari bagian atas hingga paling bawah.

  1. Sikap yang baik

Sesungguhnya kerapian itu tidak hanya ditunjukkan dari cara kita berbusana, tapi bagaimana perilaku kita. Dengan tampil sopan dan berperilaku baik, hal tersebut ikut membantu kita untuk tampil sempurna.

Demikianlah cara untuk memakai hijab agar selalu tampak rapi. Yuk mari dicoba!

Jangan Lupa Mencicipi 5 Makanan Ini Saat Pergi ke Bali

Bali merupakan salah satu destinasi wisata paling favorit di tanah air. Wisatawan asing saja suka berkunjung ke Bali, pasti kita juga tak mau kalah. Keunikan budaya dan keindahan alam Bali memang menyihir siapa pun yang berkunjung ke sana.

Salah satu yang tak boleh kita lewatkan saat ke Bali adalah mencicipi kekayaan kulinernya. Jangan lupa mencoba 5 jenis makanan khas Bali yang istimewa berikut ini :

Ayam Betutu

Penggemar ayam pasti senang sekali jika berkesempatan mencicipi ayam betutu. Cita rasa ayam kampung yang gurih dipadukan dengan aneka bumbu rempah pada seluruh bagian ayam. Setelah dilumuri banyak bumbu, ayam betutu akan dibungkus daun pisang dan dipanggang selama 24 jam. Tak mengherankan kalau cita rasanya sangat spesial dan bikin ketagihan.

Sate Lilit

Sate yang terbuat dari daging sapi atau daging ayam itu sudah biasa. Tetapi sate lilit Bali terasa khas karena terdiri dari bahan dasar ikan tenggiri. Penggunaan batang sereh untuk menusuk adonan sate lilit membuat makanan yang satu ini jadi semakin kaya rasa.

Lawar

Jika dilihat sepintas, lawar memang mirip dengan urap khas Jawa Barat. Bedanya, lawar dilengkapi dengan aneka bumbu iris yang lebih kaya rempah dibandingkan urap. Dahulu kala, resep lawar asli menggunakan darah sapi untuk memperkaya cita rasa sekaligus menimbulkan warna merah. Tetapi kini penggunaan darah sapi untuk lawar sudah semakin jarang.

Rujak Kuah Pindang

Rujak buah memang sudah biasa. Namun akan jadi lebih luar biasa jika rujaknya disajikan dengan kuah ikan tuna. Jangan khawatir dengan aroma amis dari kuah ikan. Sebab rujak kuah pindang ini justru terasa sedap dan segar. Bahkan ada beberapa penjaja rujak kuah pindang yang kerap menambahkan rumput laut untuk memperkaya tekstur rujak.

Nasi Jinggo

Ketika melihat nasi jinggo, kita pasti langsung teringat pada nasi kucing. Takaran nasi yang sedikit memang membuatnya mirip dengan nasi kucing. Biasanya nasi jinggo terdiri dari lauk berupa mie goreng, daging ayam suwir, tempe goreng, dan sambal super pedas.

Kini perjalanan ke Bali memang tidak terasa jauh karena akses transportasinya semakin mudah. Tetapi bukan berarti kita tidak menyiapkan asuransi perjalanan yang tepat untuk memproteksi diri kita. Mari menyempurnakan rencana liburan ke Bali dengan mengakses situs :

https://www.futuready.com/asuransi/produk/perjalanan/

Futuready adalah broker asuransi online yang sudah menyiapkan ragam pilihan asuransi perjalanan berkualitas. Sejak ada Futuready, memilih asuransi perjalanan tentu semakin praktis, hemat, dan menyenangkan.

Pohon Ulin

Tinggi pohon ulin mencapai 50 meter dengan diameter hingga 120 cm. Selain itu, pohon ini banyak ditemukan di dataran rendah.

Pohon ini agak terpisah dari pepohonan lain dan dikelilingi jalur jalan melingkar dari kayu ulin. Sementara, di bagian bawah pohon, terdapat bagian yang berlubang. Jenis kayu dari pohon ulin tidak mudah lapuk, baik di air maupun daratan. Itulah sebabnya, kayu ini banyak dipakai sebagai bahan bangunan khususnya untuk rumah yang didirikan di atas tanah berawa.

Sementara itu, proses pemuliaan alami di hutan bekas tebangan umumnya kurang berjalan dengan baik. Perkecambahan biji ulin membutuhkan waktu cukup lama sekitar 6-12 bulan dengan persentase keberhasilan relatif rendah. Apalagi, produksi buah tiap pohon umumnya juga sedikit. Biji ulin lebih suka ditiriskan baik tanah, tanah liat berpasir ke tanah liat, kadang-kadang batu kapur. Hal ini umumnya ditemukan di sepanjang sungai dan bukit-bukit yang berdekatan. Hal ini membutuhkan rata-rata curah hujan tahunan 2500-4000 mm.

(Eusideroxylon zwageri) atau biasa disebut kayu besi adalah salah satu kayu yang terkenal dan terkuat di habitatnya hutan Kalimantan. Ada berbagai nama daerah untuk Ulin, antara lain bulian, bulian rambai, onglen (Sumatera Selatan), belian, tabulin, telian, tulian dan ulin (Kalimantan) (Abdurachman, 2011).

Martawijaya et al. (1989) menyatakan bahwa kayu ulin sangat kuat dan awet dengan kelas kuat I dan kelas awet I, berat jenis 1,04. Kayu ulin tahan akan serangan rayap dan serangga penggerek batang, tahan akan perubahan kelembaban dan suhu serta tahan pula terhadap air laut. Karena ketahanannya tersebut maka wajar jika dikatakan kayu ulin, kayu sepanjang masa dan kayu primadona. Kayu ini sangat sukar dipaku dan digergaji tetapi mudah dibelah.

Selanjutnya Departemen Kehutanan (1992) menyatakan bahwa kayu ulin ini merupakan salah satu jenis kayu mewah/indah yang masuk dalam daftar jenis pohon untuk ditanam untuk berbagai tujuan.

Di TN Kutai terdapat pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang berukuran raksasa dengan diameter 2,47 meter dan tinggi ± 20 m yang berumur ± 1.000 tahun. Dan di TN Kutai juga masih dapat dijumpai tipe vegetasi hutan ulin yang tutupan vegetasinya di dominasi oleh pohon ulin.

MANFAAT ULIN :

Ulin merupakan salah satu jenis pohon hutan Kalimantan yang memiliki banyak kegunaan. Selain manfaat kayunya, ulin juga memiliki manfaat lain yang tidak kalah penting dan bernilai ekonomis.

1. Manfaat Ekonomi

Manfaat bagi kepentingan ekonomi diantaranya menghasilkan produk-produk yang bernilai ekonomi seperti kayu gergajian, sirap, ukiran, bahan bangunan, tiang, dan produk kayu lainnya.

2. Manfaat Ekologi

Dalam hubungannya dengan manfaat ekologi pohon ulin merupakan tempat favorit untuk membuat sarang bagi orangutan. Orangutan juga memakan daun-daun ulin yang masih muda. Pohon ulin memiliki peranan ekologi yang penting diantaranya menghasilkan oksigen yang menyerap karbondioksida melalui proses fotosintesis, mempertahankan air tanah, menahan air dan tanah serta mempengaruhi iklim mikro dan lain sebagainya.

3. Manfaat Sosial Budaya

Manfaat bagi kepentingan sosial budaya merupakan manfaat yang juga bersifat ekstraktif namun pemanenan dilakukan tidak dengan cara menebang. Manfaat ini diperoleh dengan mengambil bagian yang tidak mematikan dari jenis ini. Manfaat sosial budaya dari pohon ulin adalah sebagai obat tradisional dan sebagai bahan kerajinan dan ukiran tradisional dengan memanfaatkan tunggak ulin yang telah mati sehingga tidak mengancam kelestariannya.

Tumbuhan ini berkhasiat untuk mengatasi beberapa penyakit dan gangguan kesehatan. Terkait dengan pemanfaatannya sebagai bahan obat, daun ulin mengandung beberapa senyawa fitokimia seperti flavonoid, saponin, tanin dan sterol – terpenoid serta banyak mengandung tanin. Selain pemanfaatan daun dan batangnya, biji ulin yang dihaluskan dimanfaatkan untuk obat bengkak, menghitamkan rambut atau semir rambut. Buah ulin yang akan digunakan dikeringkan, dicampur dengan minyak kelapa. Di pasar – pasar tradisional di Kalimantan kadang dijual produk minyak ulin yang berkhasiat untuk menghitamkan rambut dan mencegah tumbuhnya uban. Adanya khasiat obat pada biji ulin ini mungkin ada hubungannya dengan kandungan racun yang ada di dalamnya.

MORFOLOGI ULIN :

Ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter sampai 200 cm. Pohon ini tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Ulin umumnya tumbuh pada ketinggian 5 – 400 m di atas permukaan laut dengan medan datar sampai miring, tumbuh terpencar atau mengelompok dalam hutan campuran namun sangat jarang dijumpai di habitat rawa-rawa. Kayu Ulin juga tahan terhadap perubahan, suhu, kelembaban dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan keras.

PEMULIHAN ULIN :

kayu ulin termasuk ke dalam kategori rentan (vulnerable). Dimasukkan Kategori Rentan karena kayu ulin sudah jarang dijumpai akibat eksploitasi besar-besaran melalui aktivitas illegal logging dan perambahan hutan.

Kayu Ulin sulit dibudidayakan, dan walaupun bisa tanaman ini akan bisa ditebang kayunya setelah berusia ratusan tahun sehingga tak ada orang yang mau mengembangkan jenis kayu tersebut. Lambatnya pertumbuhan ulin ditunjukkan dengan rata-rata pertumbuhan diameter pohon. Pertumbuhan itu rata-rata hanya 0,058 cm per tahun. Bandingkan dengan pertumbuhan rata-rata diameter pohon meranti misalnya, lebih kurang 1 cm per tahun, bahkan 2 cm dengan perlakuan khusus.

Selain itu, perkembangbiakan ulin tak bisa dilakukan dengan cepat. Buah Ulin memiliki cangkang keras. Tak heran proses perkecambahan ulin lambat. Selain dikikir, perkecambahan bisa dipercepat dengan menggoreng. Buah digoreng bukan dengan minyak tapi pasir. Buah ulin berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 15 cm dan diameter sekitar 7 cm.

Dari hasil pengamatan penulis di kawasan TN Kutai, Kayu Ulin dapat tumbuh dengan baik secara alami dibawah naungan atau tegakan hutan atau dengan kata lain sangat sulit tumbuh di daerah yang terbuka. Tunggul kayu ulin dari aktivitas illegal logging yang dilakukan di kawasan TN Kutai dapat tumbuh kembali secara alami apabila berada dibawah tegakan/naungan. Demikian pula apabila pohon ulin yang tumbang dan masih dibawah naungan, akan muncul/tumbuh tunas-tunas yang baru sebagai bakal pohon baru.

Beberapa upaya pemulihan Ulin melalui kegiatan rehabilitasi dan restorasi dengan penanaman pohon ulin di kawasan TN Kutai sudah dilaksanakan baik oleh pihak Balai TN Kutai sendiri maupun dari beberapa perusahaan sebagai Mitra TN Kutai, namun belum sebanding dengan tingkat kerusakan vegetasi ulin sebagai akibat dari perambahan dan illegal loging oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Dengan pertumbuhan yang sangat lambat tapi terus ditebang dan dicari tanpa ada yang bersedia membudidayakan maka sudah bisa ditaksir kedepan kayu ini hanya tinggal kenangan saja”.

Sumber : http://tipspetani.blogspot.co.id/2016/05/mengenal-pohon-ulin-kaltim-yang-semakin.html