Beli Rumah Di Perumahan Atau Diluar Perumahan? Pertimbangkan Hal Ini

Sebelum memutuskan untuk memilih rumah mana yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal, umumnya masyarakat mencari terlebih dahulu berbagai pertimbangan yang bisa meyakinkan mereka untuk memilih rumah yang akan mereka huni. Pertimbangan utama yang sering dicari ialah kondisi lingkungan sekitar hunian yang nyaman dan memadai. Saat ini pilihan yang muncul ialah beli rumah  perumahan di Bandung atau diluar perumahan?

Sampai saat ini, tidak sedikit masyarakat lebih memilih membeli rumah  di kawasan perumahan yang dibangun dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan. Hal ini karena fasilitas yang tersedia di komplek perumahan biasanya sudah memadai dan cukup lengkap, hal inilah yang menambah daya tarik bagi pembeli untuk tinggal di perumahan. Mulai dari mini market, taman, kolam renang hingga tempat beribadah yang mudah untuk dijangkau dengan berjalan kaki di kompleks saja.

Berbeda dengan rumah  yang dibangun diluar perumahan atau terletak di pinggir jalan raya atau bahkan perkampungan. Umumnya hunian ini merupakan tempat tinggal keluarga yang sudah cukup lama menetap bahkan usianya bisa hingga puluhan tahun. Untuk mengetahui lebih detail mengenai perbedaan dari rumah  di perumahan dan diluar perumahan. Perhatikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari keduanya berikut ini untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Harga

Harga jual rumah  yang terletak di perumahan di Bandung memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah  di luar perumahan. Harga  jualnya bisa hingga satu setengah kali dari nilai jual rumah atau tanah di luar perumahan. Mengapa? hal ini sebenarnya terbilang cukup wajar, mengingat tanah yang ada di perumahan sudah memiliki legalitas yang lebih lengkap serta aman dibandingkan dengan tanah biasa pada umumnya. Selain itu, rumah  yang terletak di perumahan biasanya sudah didukung dengan infrastruktur yang lengkap serta sangat memadai seperti pembuangan air, taman bermain, pusat perbelanjaan, hingga jaringan listrik dan fasilitas lainnya.

Desain Rumah

Pemilik rumah di perumahan tidak bisa menentukan desain rumah atau bentuk rumah yang di inginkan. Karena pihak developer atau pengembang sudah membangunnya terlebih dahulu. Selain itu beberapa developer bahkan memiliki aturan yang cukup ketat untuk mengubah penampilan rumah, sehingga kamu tidak bisa leluasa mengubah desain dan bentuk rumah sesuai dengan yang kamu inginkan. Developer menerapkan aturan seperti ini dengan tujuan untuk menciptakan area lingkungan perumahan yang seragam dan tampak tertata rapih dan teratur.

Namun bila kamu memilih membeli tanah di area cluster. Kamu memiliki fleksibilitas untuk membangun rumah  yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu.

Sementara itu bila dibandingkan dengan membeli rumah di luar komplek perumahan. Kamu bisa memutuskan untuk membeli bangunan dengan bentuk apapun. Atau bahkan kamu bisa membangun dan merenovasi penampilah rumah  sesuai dengan selera karena tidak terikat dengan aturan apapun dari pengembang. Meskipun begitu kamu tetap harus mengajukan ijin kepada dinas tata kota.

Administrasi Dokumen

Saat kamu memutuskan untuk membeli perumahan di Bandung, kamu tidak lagi perlu dipusingkan dengan pengurusan berbagai dokumen dan administrasi rumah seperti surat IMB atau Ijin Mendirikan Bangunan dan Sertifikat Hak Milik atau SHM karena hal ini sudah ditangani oleh pihak pengembang dan pengelola perumahan.

Sebaliknya, ketika kamu membeli rumah  diluar perumahan. Kamu dipaksa untuk mengurus sendiri seluruh administrasi dan dokumen yang diperlukan karena tidak ada developer yang membantu kamu. Namun bila kamu menggunakan jasa broker untuk membeli rumah, kamu tidak perlu mengurusnya, namun hal ini tentu akan mengeluarkan dana ekstra untuk membayar jasa mereka.

Keamanan

Faktor keamanan bisa menjadi salah satu pertimbangan yang cukup penting. Mengingat semakin hari tindak kejahatan sangat tidak terkendali. Ketika kamu ingin tinggal di rumah  yang terletak di area perumahan biasanya menawarkan sistem keamanan yang cukup baik dibandingkan dengan diluar perumahan. Dengan adanya petugas keamanan yang akan mengawasi di gerbang masuk kompleks dan kamera pengawas di setiap rumah, akan mendeteksi bila ada orang yang tidak dikenal dan mungkin berbahaya.

Sedangkan tingkat keamanan di luar komplek perumahan relatif lebih rendah. Tidak ada petugas keamanan khusus yang ditugaskan untuk mengawasi setiap gerak gerik orang tak dikenal. Hanya ada beberapa warga yang rutin melakukan ronda guna menjaga keamanan. Kita pun turut andil dalam hal ini.

Sosialisasi

Kehidupan sosial di luar peruhaman biasanya lebih terbuka. Setiap tetangga memiliki solidaritas yang lebih tinggi untuk membantu dan menolong antar tetangga. Namun kondisi sosial dan tingkat perekonomian yang berbeda terkadang justru menimbulkan rasa iri dan sungkan bagi sebagian tetangga. Sedangkan, kehidupan sosial di perumahan terbatas dan tidak berbair dengan baik. Mengingat kesibukan yang memaksa mereka untuk hanya beristirahat dan berdiam diri di rumah.

Itulah perbedaan saat membeli rumah di area perumahan dan di luar perumahan. Semoga perbedaan diatas bisa dijadikan sebagai pertimbangan untuk memantapkan pilihanmu membeli rumah yang kamu butuhkan.

6 Cara Mudah Membuat Itinerary yang Ciamik

Foto: shutterstock

Selama traveling, ada satu hal yang paling penting setelah uang, yaitu itinerary. Meskipun masih banyak orang yang mempertanyakan apa pentingnya itinerary, tapi tetap kamu yang ingin traveling harus menyiapkan itinerary sebaik mungkin.

Apalagi ya kalau liburan kamu memiliki bujet yang terbatas. Artinya, itinerary ini selain bisa jadi panduan selama traveling bisa juga jadi garis batas yang berguna untuk mengendalikan dana pengeluaran selama liburan.

Untuk membuat sebuah itinerary, sebenarnya kamu bisa memulainya dengan membuat perencanaan yang simpel saja. Seperti misalnya, rencana negara yang akan dituju, lalu di sana akan menjelajahi kota apa, kemudian kapan, dan tertarik mengunjungi atraksi seperti apa saja.

Setelah sudah menentukan itu semua, barulah kamu bisa membuat jadwal di itinerary yang lebih terperinci. Yang perlu ditekankan di sini adalah, sejak awal kamu sudah harus tahu kalau kamu tipe traveler yang mana. Kenapa ini penting? Supaya kamu jadi lebih tahu dengan jelas apa saja yang kamu inginkan selama liburan nanti.

Sekarang, sudah tahu kan pentingnya itinerary? Nah, buat yang masih bingung bagaimana caranya menyusun itinerary untuk traveling di kemudian hari, coba yuk simak caranya yang akan diulas berikut ini.

  1. Menentukan destinasi

Ini merupakan hal yang paling pertama yang harus kamu lakukan ketika menyusun itinerary. Asal tau saja, menentukan destinasi sama dengan menentukan seperti apa traveling kamu nanti. Selanjutnya juga akan berdampak dalam menentukan tipe traveler yang mana yang paling sesuai dengan kamu.

Dari awal di sini, kamu sudah harus menentukan negara apa yang akan kamu kunjungi, kota apa yang akan dieksplorasi, hingga berapa lama waktu singgah di tiap destinasi. Setidaknya tiga hal tersebut harus sudah ada di bayangan kamu.

  1. Menentukan bujet

Selanjutnya adalah menentukan bujet. Kamu sudah harus tau berapa bujet yang kamu miliki dan berapa bujet yang ingin kamu keluarkan. Tentukan apakah sekiranya kamu punya bujet untuk liburan dengan fasilitas yang serba wah. Atau mungkin kamu lebih senang dengan liburan yang ala backpacker dan penuh petualangan.

Kenapa ini penting? Karena menentukan bujet di awal akan menjadi titik tentu yang bisa jadi acuan untuk langkah selanjutnya seperti berapa lama waktu singgah dan atraksi apa yang akan dikunjungi.

  1. Mencari referensi

Untuk membuat itinerary diperlukan juga referensi dari traveler lain. Baik itu travel blogger profesional maupun sekadar teman atau kerabat yang baru selesai melakukan traveling ke destinasi yang akan kamu kunjungi.

Biasanya, referensi dari orang terdekat akan lebih memberikan kepuasan informasi yang kamu inginkan. Karena memang, referensi tersebut akan lebih relevan dan sesuai ekspektasi kamu ketimbang referensi dari pihak komersial atau badan pariwisata destinasi tersebut.

  1. Mencari tiket murah

Poin yang satu ini juga jangan sampai terlewatkan saat menyusun itinerary. Pasalnya, ketika cari tiket pesawat, yang akan dicari pastinya adalah tiket dengan harga termurah. Karena itu, terus pantau situs dan media sosial maskapai dan bandingkan daftar harga tiket dengan teliti.

Misalnya kalau kamu mau ke Tokyo, sementara tiket dengan harga termurah yang kamu temukan hanya sampai ke Osaka. Nah, kasus seperti ini bisa diakali dengan cara membuat itinerary yang mengambil garis lurus dari Osaka ke Tokyo. Tentunya dibarengi dengan rencana transportasi yang paling murah.

  1. Memilih hotel

Dalam menyusun itinerary, memilih hotel juga tidak boleh dianggap hal yang sepele. Meskipun beberapa orang menganggap itinerary adalah hanya sebuah perencanaan, tetap saja harus membuat reservasi hotel dari jauh hari. Ini demi mendapatkan harga murah.

Misalnya, kalau kamu mau traveling ke Bogor, sesegera mungkin cari hotel murah di Bogor. Setidaknya kamu sudah bisa tenang dan tidak perlu takut kehabisan kamar saat sudah sampai kota tujuan. Supaya lebih mudah coba cek harga hotel termurah di Reservasi.com.

Kalau seperti ini, niscaya kamu bisa terhindar dari bahaya luntang-lantung di jalan ataupun harus membayar harga lebih karena memesan hotel di tempat pada saat itu juga.

  1. Jika sudah lengkap semuanya, tinggal susun jadwal

Menentukan destinasi, sudah. Menentukan budget, juga sudah. Tiket murah dan bookingan hotel juga sudah di tangan. Hampir beres! Sekarang tinggal melengkapinya dengan menyusun semua itu ke dalam jadwal.

Susun hari pertama, destinasi mana dulu yang akan dikunjungi. Lalu, tetapkan jam-jamnya. Buat seefisien mungkin agar perjalanan memakan waktu yang lebih sedikit. Setelah itu, sesuaikan juga dengan energi dan kemampuan tubuh kamu agar tubuh selalu fit.

Jangan lupa, di hari terakhir, pastikan aktivitas yang diselipkan di hari itu tidak terlalu padat. Buat kegiatan agak lebih santai, supaya bisa mempersiapkan tubuh untuk perjalanan pulang. Apalagi jika penerbangan yang akan dilakukan memakan waktu hingga lebih dari 12 jam. Jadi, buat jadwal hari terakhir sesantai mungkin, ya.

Nah, bagaimana? Mudah kan membuat itinerary. Intinya, ketahui apa yang kamu mau, apa yang kamu butuhkan, dan apa yang mampu kamu lakukan